Wednesday, July 9, 2008

People Say Branded is Good, Brand is God

Dalam setiap perjalanan di pusat perbelanjaan, ada yang selalu memamerkan diri di depan etalase, menarik hati membeli. Kian lama Ia semakin besar ukurannya, kian beragam wujudnya. Bujukannya seringkali tidak tertahan karena menyelimuti diri yang kurang ini dengan kebesaran, kebanggaan atas pencapaian konsumsi.

Merek menjadi penentu penjualan, seakan sales amat sangat potensial yang tak kasat mata. Saking hebatnya merek, banyak yang ingin mendompleng nama tanpa izin pemiliknya. Yang kita tahu sekarang menjadi barang palsu.

Ketika pakaian jadi bagian dalam gaya hidup, tentu saja ada penilaian yang besar terhadapnya. Prestise bisa ditentukan dari sini dan mengaburkan fungsi utama, melepehkan kemungkinan seruan sosial.

***

Gw orang yang tidak puas dengan rancangan kaos-kaos sekarang yang berdesain bagus, berbentuk bagus, warna bagus, dan bermerek bagus. Seakan segala daya upaya dan kreativitas hanya dicurahkan untuk membuat tampilan nama sebuah produk menjadi luar biasa. Yang ketika dipakai akan membawa dalam perasaan bergengsi dan mencegah melihat kebawah. Seruan-seruan sosial jadi tidak kentara diantara manusia yang perlu diingatkan akan diri mereka yang hidup bersama. Padahal ada kanvas didada yang bisa ditulisi pesan singkat tapi melekat.

Jadi ingin membuat kaos yang memberi pesan....

“I buy hot designed t shirt wrote its BRAND.”

*bilang aja ngga bisa beli produk branded lam, hahay!!

2 comments:

Gabriella Alodia said...

bukan hanya gaya hidup lam. barang" branded itu ga 'begitu aja' keluarnya. ada proses kreatif dan segala macem manajemem ini itu gono gini di belakangnya. dan biasanya brand yang bertahan adalah brand yang mempunyai ciri khas.
makanyaa ayo kita dukung barang" branded asli indonesia! ouval research udah melejit, kini giliran yang lainnya :)

ilam said...

hiyah! ini maksud gw... produsen pakaian distro2 itu demen bener majang mereknya...
secara ekonomi emang ngga salah gab, tapi sayang aja kalo anak2 muda atau siapa aja yang make jadi terjebak dalam pemikiran bahwa apa yang dipakai menunjukkan merek, orang lain yang ngeliat juga cuma ngeliat mereknya, trus lama2 bisa trbentuk pola pikir "ngga branded ngga pake". emang udah terbentuk si yg kaya gitu. tapi gw pengen liat dari sisi yang beda, fungsi pakaian sebagai penyebar seruan sosial oleh banyak brand ternama. kan jadi lebih berefek gitu... apalagi orang (terutama anak muda) gampang dipengaruhi sama yg dijadiin panutannya. contohnya waktu mtv gembar-gemborin efek global warming, anak muda langsung dah pada tau dan sadar (ada juga yang latah). padahal pengenalan global warming udah diajarin dari SD.
aku tak ingin menggurui jadi maaf ya kalo malah jadi menggurui... abis ga bisa nerangin dengan baik,xp!