Sunday, August 30, 2009
yang repot waktu patah hati tuh ngelupainnya
ngelink ke-...
http://www.facebook.com/note.php?note_id=60467723342
atau
http://karedok-cing-oyos.blogspot.com/2008/07/yang-repot-kalo-lagi-suka-orang-tuh.html
waw, setahun lalu itu!
ternyata teknologi menyimpan kenangan dengan apik. sejarah diri sendiri tidak perlu dilihat lagi lewat buku harian yang kita tidak tahu kemana, tidak perlu mengingat-ingat karena tinggal mencari di bookmark atau tanya google saja. mencari. mencar-i, men-cari.
http://www.facebook.com/note.php?note_id=60467723342
atau
http://karedok-cing-oyos.blogspot.com/2008/07/yang-repot-kalo-lagi-suka-orang-tuh.html
waw, setahun lalu itu!
ternyata teknologi menyimpan kenangan dengan apik. sejarah diri sendiri tidak perlu dilihat lagi lewat buku harian yang kita tidak tahu kemana, tidak perlu mengingat-ingat karena tinggal mencari di bookmark atau tanya google saja. mencari. mencar-i, men-cari.
Friday, August 14, 2009
Tidur Tanpa Bantal
Terkadang kita perlu tidur tanpa bantal biar aliran darah ke kepala tambah lancar.
Dan ngga perlu cari bantalan untuk kesalahan kita, biar tetap manusiawi.
Dan ngga perlu cari bantalan untuk kesalahan kita, biar tetap manusiawi.
Thursday, February 5, 2009
Diklat Auditor Terampil Boy..
Serius dah, tiga hari ini gw ternganga. Temen-temen sekelas wuanjrit banget pemahaman materinya. Siyal, teman-temaan... Kalo kalian pintar gitu, kasihan saya.. Kan nanti standar nilainya jadi tinggi. You all just said what i never think about. Gila, inimah gw ngecap buat jawab soal juga ketahuan banget!
Malu jadi auditor tapi ga oke dalam teori. Hh... Bisa rusak nama kantor ni.
Memang agak bangga-banggain, tapi teman-teman STAN, kalian cerdas.
Saya jadi tertantang, terangsang buat meningkatkan kualitas diri. Uoph!
Semoga iklim keilmuan ini tetap terjaga, biar saya ikut bantu sedikit mencairkan. HIDUP KITA!!
Malu jadi auditor tapi ga oke dalam teori. Hh... Bisa rusak nama kantor ni.
Memang agak bangga-banggain, tapi teman-teman STAN, kalian cerdas.
Saya jadi tertantang, terangsang buat meningkatkan kualitas diri. Uoph!
Semoga iklim keilmuan ini tetap terjaga, biar saya ikut bantu sedikit mencairkan. HIDUP KITA!!
Produktif diwaktu Produksi
Dalam dunia pekerjaan, aturan jam kerja rata-rata dari pk. 08.00-17.00. Disitulah waktu produksi yang seharusnya. Tapi banyak dijumpai orang-orang pada tidur diwaktu-waktu itu. Entah karena ga ada kerjaan, bosan, atau malas. Salah satu pelakunya ya saya sendiri. (kalau kasus saya mah, emang sayanya ngantukan, payah lah).
Ada yang bilang itu wajar, biasanya dosen-dosen bilang ini. Katanya tidur manusiawi, atau siang emang waktunya ngantuk, atau maklum kalau semalam ada siaran tanding bola di TV. Tapi kan tetap aja menyalahi aturan ya. Kalau mau tidur itu legal, ya harusnya ada aturan buat tidur siang.
Ini aturannya yang salah, ga ngikutin perkembangan zaman, atau manusianya yang makin manja?
Bukannya para pengambil keputusan dan para ahli ga punya solusi. Baru-baru ini saya denger sistem kehadiran flexy time (penulisannya ngira-ngira, ga tau bener/salah). Yakni pekerja dikasih tenggat waktu absen masuk yang fleksibel, yang penting jam kerjanya 8 jam (blm istirahat). Jadi yang dateng pagian bisa pulang cepet, yang dateng siangan, pulangnya bisa malem.
Lebihnya, pegawai yang punya banyak keperluan pagi seperti nganter anak-istri jadi tertolong dari potongan absen. Kurangnya, kekompakan produksi jadi lebih sulit diatur. Disaat satu bagian siap, bagian lainnya belum mulai gara-gara pegawainya belum dateng. Ngga cocok buat usaha yang bergerak di bidang pelayanan&produksi barang.
Ada juga konsep pekerjaan yang ga perlu kehadiran fisik pegawai (lupa istilahnya). Karena kemajuan TI, orang-orang ga perlu lagi ketemu atasannya buat nyerahin tugas karena bisa dikirim lewat email. Kalo rapat tinggal video conference. Mudah. Tapi lagi-lagi ga semua jenis pekerjaan bisa begini. Yang cocok kan kerjaan yang buat-buat konsep gitu aja.
Hmm,, pembaharuan sistem kerja emang perlu, biar makin produktif, ekonomis, nyaman, efektif, & efisien. Karena kemajuan zaman sudah mendukung perubahan. Mari, kalau berkenan, pikirkan solusinya bersama.
Duh, jadi ngelantur.
Buat sekarang, saya jalankan saja dulu peraturan yang ada dengan benar. Betul betul betul?
:-))
Ada yang bilang itu wajar, biasanya dosen-dosen bilang ini. Katanya tidur manusiawi, atau siang emang waktunya ngantuk, atau maklum kalau semalam ada siaran tanding bola di TV. Tapi kan tetap aja menyalahi aturan ya. Kalau mau tidur itu legal, ya harusnya ada aturan buat tidur siang.
Ini aturannya yang salah, ga ngikutin perkembangan zaman, atau manusianya yang makin manja?
Bukannya para pengambil keputusan dan para ahli ga punya solusi. Baru-baru ini saya denger sistem kehadiran flexy time (penulisannya ngira-ngira, ga tau bener/salah). Yakni pekerja dikasih tenggat waktu absen masuk yang fleksibel, yang penting jam kerjanya 8 jam (blm istirahat). Jadi yang dateng pagian bisa pulang cepet, yang dateng siangan, pulangnya bisa malem.
Lebihnya, pegawai yang punya banyak keperluan pagi seperti nganter anak-istri jadi tertolong dari potongan absen. Kurangnya, kekompakan produksi jadi lebih sulit diatur. Disaat satu bagian siap, bagian lainnya belum mulai gara-gara pegawainya belum dateng. Ngga cocok buat usaha yang bergerak di bidang pelayanan&produksi barang.
Ada juga konsep pekerjaan yang ga perlu kehadiran fisik pegawai (lupa istilahnya). Karena kemajuan TI, orang-orang ga perlu lagi ketemu atasannya buat nyerahin tugas karena bisa dikirim lewat email. Kalo rapat tinggal video conference. Mudah. Tapi lagi-lagi ga semua jenis pekerjaan bisa begini. Yang cocok kan kerjaan yang buat-buat konsep gitu aja.
Hmm,, pembaharuan sistem kerja emang perlu, biar makin produktif, ekonomis, nyaman, efektif, & efisien. Karena kemajuan zaman sudah mendukung perubahan. Mari, kalau berkenan, pikirkan solusinya bersama.
Duh, jadi ngelantur.
Buat sekarang, saya jalankan saja dulu peraturan yang ada dengan benar. Betul betul betul?
:-))
Sunday, August 24, 2008
Hidup, Bahagia
*Tempo hari, waktu gw lagi jalan di sebuah gang, gw papasan sama pemulung yang lagi ngambil sampah. Dia lebih pendek dari gw, kurus, hitam terbakar matahari. Usianya kira2 23-25 tahunan, entah kalo lebih muda atau lebih tua. Dia berkeringat. Sore itu masih berburu, masih memulung.
***
Kemarin hari minggu. Sepulang dari lari pagi di GOR Ragunan gw ngeliat bapak2 di seberang jalan yang entah orang kurang waras entah gelandangan. Bajunya lusuh, kotor banget, berantakan, pakai sepatu kulit warna hitam yang diinjek bagian penutup tumitnya. Gw bertanya-tanya, apakah nyaman dia berjalan kayak gitu? Pasti perjalanannya jauh karena ngga mungkin kan naik kendaraan pribadi atau kendaraan umum, lagipula mungkin aja dia ngga tau tujuannya berjalan.
10.000 langkah per hari. Orang-orang yang hidupnya lumayan menyisihkan waktunya cuma buat lari-lari kecil atau jalan kaki muter-muter biar bisa melangkah 10.000 kali. Dan bapak yang entah gelandangan entah orang kurang waras itu menghabiskan waktunya dengan berjalan untuk tetap hidup.
Bibirnya mengatup rokok putih yang terlihat jadi bagian paling bersih dari dirinya. Rokok itu utuh, tidak dinyalakan. Mungkin ingin menikmati lebih lama, kapan lagi ada rokok menemani?
***
Setiap disodori surprise yang sering, Ruben Onsu dan Olga Syahputra selalu menangis haru.
Dalam setiap reality show bertajuk "Seandainya Aku Menjadi" yang diakhiri dengan air mata bahagia-bersyukur, gw selalu melihat sang bapak tua yang menjadi tulang punggung keluarga tidak meneteskan air mata. Memang tampak haru di wajahnya, di matanya.
Kemana air mata itu?
***
Sejak bisa bertanya dalam hati tentang apa yang dirasakan orang lain, gw selalu bertanya: "Kapankah mereka (orang2 -maaf- miskin) bahagia? Karena apa? Sedangkan hidupnya tidak banyak pilihan."
Apakah kebahagiaan mereka sama dengan kebahagiaan gw waktu dibeliin mainan? Kebahagiaan yang ngga kebentur pertanyaan tentang pemenuhan kebutuhan hidup di masa depan.
Apa gw bisa membahagiakan mereka dengan keadaannya (ekonomi) sekarang?
Atau keadaan mereka harus berubah agar lebih bahagia?
Bagaimana? Kebahagiaan memang dalam hati, tetap saja butuh perbuatan. Perbuatan, perbuatan....
* gambar diambil dari http://www.cibuku.com/images/d4/orang_miskin_tanpa_subsidi.jpg
Subscribe to:
Posts (Atom)





