Saturday, June 2, 2007

Hahahaaa,,, lagi2 puisi,,,

Betewe, kemaren gw abis dari perpus umum DKI di Jl. Rasuna Said. Ada demo cuuy!! Yang pertama kalo ga salah karyawan steady safe, yang kedua di kedutaan ostrali. Waduh, kacau banget tuh ceritanya Gubernur kita. Diundang mau ditangkep. Eh, jadi inget pelajaran sejarah. Udah kayak siapa tu pahlawan kita? Diponegoro atau Imam Bonjol ya? Waduh memalukan anak bangsa lupa sejarahnya sendiri.
But, but, di perpumda gw nemu kumpulan puisinya Joko Pinurbo yang judulnya "Celana," lucu kan? tapi kata Fira Basuki, Karena puisi2 celana, ranjang, dan lain2nya itulah dia bisa keliling eropa bacain puisinya. Waa! RRuarrr biasa... Tapi belum gw baca si.
Satu lagi, gw pinjem "Tabula Rasa," novelnya Ratih Kumala. Novel ini juara 3 Sayembara novel DKJ taun 2003. Yang menarik gw sebenernya karena 2 cerpennya R.K. udah bikin gw merinding. Judulnya "Boruq" dan "Sepotong Tangan."
Yowes, Langsung lah maaangg kita liat dialog dalam otak gw,,, yuuk...

1.
KARENA GENGSI

Aku benci kamu!
----Aku benci kamu dari dulu!
Ha?! Lalu kenapa kau tak pergi?!
----Ini aku juga akan lari! Dan kau?! Pergi sana!
Aku juga akan pergi! Jangan kau perintah aku lagi!
----Dasar keras kepala
Itu kau! Kau tak pernah mengalah
----Apa kau juga pernah mengalah padaku?!
Aku begitu karena kau tidak duluan, kau laki-laki!
----Terus kenapa? Sekarang emansipasi
Tapi aku wanita, ingin dimengerti
----Kita semua sama. Laki-laki juga ingin dimengerti. Emansipasi
Emansipasi, emansipasi, tahu apa kamu?!
----Aku tahu, Kita sejajar. Tapi kalian wanita egois, hanya pekerjaan
----dan hak yang kalian ingin sejajar, tapi perlakuan tetap ingin dimanja!
Kalian laki-laki tidak tahu diri! Memperlakukan kami tidak adil!
----Sekarang kau bicara keadilan! Dasar egois
Kamu yang egois! Aku benci kamu!
----Dasar bawel
Apa kamu bilang? Kepala batu! Pergi sana! Katanya mau pergi, mau lari
----Aku menunggu kau pergi duluan
Kamu duluan!
----Kamu!
Kamu
----KAMU!
KAMU!
----Kamu kamu kamu kamu kamu!
Kamu ya kamu!
----Kamu
Kamu
----Kamu...
Kamu...
----Kamuuu,,,
Hhh,,, aku lelah
----Aku juga
Kenapa kamu tak pergi juga?
----Aku ingin kamu duluan...
Kamu saja.
----Kamu...
Kamu,,,
----Aku sayang kamu
Aku juga sayang kamu...
----Tapi kenapa tadi kita bilang benci?
Mungkin kita gengsi
----Jadi kita harus berbagi?
Mungkin, ya.. mungkin
----Aku sayang kamu...
Kenapa kita malu akui gengsi dan cemburu


2.
BUKAN KARENA GENGSI

Aku sayang kamu...
----....
Aku sayang kamu Tii...
----Iya, aku juga sayang kamu
Tadi kamu dingin sekali
----Ah, ngga sayang...
Kamu sayang aku sedalam apa?
----Sedalam yang aku bisa
Lho? kok sedalam yang kamu bisa?
----Iyaa, kalau aku bilang sedalam laut, tapi sedangkal selokan,
----apa kamu ngga kecewa?
Iya juga... Kalau begitu, aku juga sayang kamu semampu yang aku bisa.
----...
Tii,, kamu mau kemana...?
----Aku mau jalan.
Aku kok ngga diajak? Aku ikut ya?
----Yaudah, ikut aja...
Tii,,, kamu kok cepat sekali?
----Apa kamu sudah lari?
Iya, sudah dari tadi. Astaga! Kamu pakai mobil Ti?
----Ah, iya, pantas aku jadi cepat sekali
Berhenti dong sayaang... Tunggu aku...
----Ah, maaf, aku nyaman sekali pakai ini
Apa berarti kamu mau tinggalin aku?
----Kalau kamu mau nyusul, susul aja...
Tapi kamu naik mobil...
----Kalau macet, kan bisa sampai...
Iya, ya... Tapi didepan itu jalan tol...
----....

1 comment:

Gabriella Alodia said...

GHAHAHAH.. ini kan yg di blog lo yg sebelomnya d prenster.. ahahaaay.. dasar anak sastra yang nyasar ke STAN..