Thursday, February 5, 2009

Produktif diwaktu Produksi

Dalam dunia pekerjaan, aturan jam kerja rata-rata dari pk. 08.00-17.00. Disitulah waktu produksi yang seharusnya. Tapi banyak dijumpai orang-orang pada tidur diwaktu-waktu itu. Entah karena ga ada kerjaan, bosan, atau malas. Salah satu pelakunya ya saya sendiri. (kalau kasus saya mah, emang sayanya ngantukan, payah lah).
Ada yang bilang itu wajar, biasanya dosen-dosen bilang ini. Katanya tidur manusiawi, atau siang emang waktunya ngantuk, atau maklum kalau semalam ada siaran tanding bola di TV. Tapi kan tetap aja menyalahi aturan ya. Kalau mau tidur itu legal, ya harusnya ada aturan buat tidur siang.
Ini aturannya yang salah, ga ngikutin perkembangan zaman, atau manusianya yang makin manja?
Bukannya para pengambil keputusan dan para ahli ga punya solusi. Baru-baru ini saya denger sistem kehadiran flexy time (penulisannya ngira-ngira, ga tau bener/salah). Yakni pekerja dikasih tenggat waktu absen masuk yang fleksibel, yang penting jam kerjanya 8 jam (blm istirahat). Jadi yang dateng pagian bisa pulang cepet, yang dateng siangan, pulangnya bisa malem.
Lebihnya, pegawai yang punya banyak keperluan pagi seperti nganter anak-istri jadi tertolong dari potongan absen. Kurangnya, kekompakan produksi jadi lebih sulit diatur. Disaat satu bagian siap, bagian lainnya belum mulai gara-gara pegawainya belum dateng. Ngga cocok buat usaha yang bergerak di bidang pelayanan&produksi barang.
Ada juga konsep pekerjaan yang ga perlu kehadiran fisik pegawai (lupa istilahnya). Karena kemajuan TI, orang-orang ga perlu lagi ketemu atasannya buat nyerahin tugas karena bisa dikirim lewat email. Kalo rapat tinggal video conference. Mudah. Tapi lagi-lagi ga semua jenis pekerjaan bisa begini. Yang cocok kan kerjaan yang buat-buat konsep gitu aja.
Hmm,, pembaharuan sistem kerja emang perlu, biar makin produktif, ekonomis, nyaman, efektif, & efisien. Karena kemajuan zaman sudah mendukung perubahan. Mari, kalau berkenan, pikirkan solusinya bersama.
Duh, jadi ngelantur.
Buat sekarang, saya jalankan saja dulu peraturan yang ada dengan benar. Betul betul betul?

:-))