Tuesday, November 23, 2010

Lala

Kalau diingat dahulu waktu awal membuat blog, gw pengen ngisi blognya dengan sesuatu yang ga asal omong. Setiap informasi ada referensinya, tanda baca dan bahasa yang benar, menghindari memasukkan unsur... apa ya? Curhat kali.
Tapi waktu berjalan, manusia berubah. Bukan berarti berubah sepenuhnya. Saat ini cuma mau nulis apa yang melintas di dalam kepala. Ya yang ditulis ini.
Ga jelas, ga terstruktur, kayak ABG lagi curhat di diarynya. Ahaha, waktu sekolah saya menulis diary, biarpun sekarang saya merasa itu memalukan. Bukan, bukan diarynya yang memalukan, tapi isinya. Saya tidak malu untuk menulis.
Kenapa malam ini begitu galau? Bah bahasa galau!
Tengah malam membuat otakmu lebih bisa berpikir. lebih melankolis. Curhat dengan teman akan makin intens saat makin larut. Lalu lupa waktu bangun tidur.
Pernahkah kau mengetahui orang yang tenggelam dalam alkohol karena kekecewaannya pada hidup? Ya, kadang kita menggunakan alkohol dalam bentuk lain untuk semakin menghancurkan hidup kita disaat kita kecewa pada hidup kita yang hancur.
Hatiku tidak sedang hancur.

Aah, kata-kata sampah apalagi yang akan ditulis? Tanggal segini harusnya gw istirahat untuk tugas besok dan besoknya. Sepertinya gw sedang menghancurkan diri sendiri. Ah ini sedang mencari penghiburan sebelum memulai tugas yang masih harus dikerjakan. Padahal besok sudah deadline. Apa istilahnya? Procrastinating? Ketagihan ngerjain tugas disaat2 terakhir.

Udah ah, ngantuk dan belom ada yang kelar.
SMS juragan dulu. Dadah...

Monday, October 4, 2010

Profesi

Apa kabar kawan?
Sudah bekerja? Mencari kerja?
Menikmati pekerjaan kalian? Semoga pencapaian dan pendapatannya membuat kita tetap bersyukur. ^_^

Pernahkah kalian memimpikan pekerjaan lain yang lebih baik? Yang sesuai dengan minat dan bakat, yang membuat kalian tetap idealis terhadap pikiran kalian. Pernahkah juga kalian membayangkan pekerjaan yang tidak ingin kalian lakukan?

Saya pernah kepikiran, dan saya menyesali ini, kenapa ada orang mau jadi bencong (membayangkan bencong pengamen)? Penghasilan ga seberapa, dandannya ribet, diejek orang lagi.

Saya masih belum menemukan alasannya sampai pagi ini menonton berita tentang PSK korban perdagangan manusia. Bahwa ternyata hidup itu tidak mudah. Bayangkan saja, dari hasil "melayani" setiap orang mereka hanya mendapat 120 ribu. Coba hitung 120 ribu dikalikan sekian orang dikalikan sekian hari bersih per bulan. Kamu akan mendapat angka, tapi tidak ikut memahami penderitaan mereka.

Penyakit kelamin, bayangan dosa, pengucilan masyarakat, harga diri yang jatuh, masa kerja yang singkat, depresiasi yang tinggi, dll menjadi risikonya. "Mau bilang apa sama orang tua dan anak saya nanti?" Mungkin itu jeritan hati mereka. Dan kau tahu, sepertinya 120 ribu itu termasuk nilai yang tinggi? Bukan saya pernah mencoba, tapi informasi datang dari mana saja: ada yang bertarif 50 ribu, kawan!

Kawan, saya ingin menikmati hidup ini apa adanya.
Membantu orang lain sebesar kemampuan.
Doakan kehidupan mereka dan kita semua menjadi lebih baik lagi, agar tidak ada yang terhina saat mencari penghasilan untuk keluarga.

Sunday, September 19, 2010

Kurang, Maka ...

Oh ya, saya kesulitan untuk membuat tulisan. Petanda kurang membaca. Saya sekarang lebih suka membaca komik atau novel grafis, tapi bukan berarti jadi lancar menggambar.

Saya kesulitan berpikir, memang sudah jarang belajar.

Hey kalian yang mempunyai gairah hidup meluap-luap, BERSYUKURLAH! Nikmat kan hidup ini? :-)

Baiklah, saya ingin menata hidup yang lebih bahagia. Mari...!*
*ya, mari, artinya saya tidak ingin cuma saya sendiri yang menata hidup lebih bahagia, kamu juga!

Sunday, August 15, 2010

Kembali Demen Membaca

Ditulis Senin, 16 Agustus 2010

Sabtu kemarin sampai di Blok M, Jakarta jam setengah empat. Tak disangka ada Mama juga, kirain cuma Ashri sama Papa. Ah, disambut saya. Bukan dengan karpet merah, tapi lebih dari itu: Pelukan hangat dan kebahagiaan.

Pas saya peluk, Ashri udah makin tinggi. Dulu masih sepinggang saya, kapan ya? Yah masih saya kuliah sih. Sekarang dia sudah sedada saya dan rambutnya bau matahari, kebanyakan main dek. Tapi dasar adik yang bertaktik, langsung saya ditodong buat membelikan fastfood. Bukan untuk dimakan saat itu juga, tapi buat buka. Dia puasa full! Nah, semakin jelas kau mulai besar dek.

Seperti biasa, ga mungkin kalo udah masuk tempat belanja ga kena beli yang lain. Abrakadabra! *cring* Sekarang Ashri megang plastik. Isinya baju buat dia dan keponakannya. Haha, sebagai kakak, itu salah satu tugas saya. Mengampu yang dibawah. Apalagi sudah bekerja, jauh lagi! Bukannya menggantikan kehtidakhadiran dengan materi, tapi sayang bisa diungkapkan dengan apa saja.


Tahukah kamu, kalo udah ke emol tapi ga ke toko buku tu GA GAHUL! Makanya, demi menjadi anak GAHUL versi ghuwe, melangkahlah ke toko buku. Disana bertemu buku baru Andrea Hirata, Padang Bulan. Comot langsung di comot. Kalo kata Mama&Papa: "Kalo buat makan mah jangan irit-irit kak." Maksudnya jangan membuat diri menderita kurang makan padahal mampu beli makan. Kalo gw kembangkan kalimatnya jadi "Kalo buat makan mah jangan irit-irit, beli buku jangan pelit-pelit." Saya cinta membaca sejak diperkenalkan pada Majalah Bobo.

Karena sebelum hari selasa temanya adalah liburan dan jalan-jalan, maka saya menahan diri untuk buka Padang Bulan. Ini liburan yang untuk jalan-jalan bung! Tapi kenyataannya karena belom kemana-mana juga sampai senin pagi ini, saya bukalah itu buku. Bau kertas, enaknya megang buku baru.... Hal pertama untuk dilakukan setelah membuka buku adalah menempelkan harga di bagian halaman cover belakang buku. Tapi karena semua cover adalah cover depan, saya pasang di buku bagian kedua, Cinta di Dalam Gelas. Kenapa memasang harga begitu? 20 tahun lagi, kalau buku itu masih ada, mungkin kita bisa mengenang harga buku jaman dulu. Kok mahal sekali? (Ceritanya udah redenominasi)

Senangkah kalian membaca pengantar dari penerbit dan prakata sebelum membaca isi cerita? Biasakahnlah. Buat gw, membaca itu memancing mood dan membangun suasana buku, biar pas baca dari awal udah langsung masuk dalam cerita. Secara moral, sama aja dengan dengerin orang bicara. Menulis itu butuh berpikir, jadi saya ingin menghargai buah pikiran penulis yang pasti pikirannya hebat karena sudah dipercaya tulisannya tersebar beribu-ribu eksemplar. Kata pengantarnya bikin merinding dan menimbulkan harapan, ada juga bagian yang menggelitik. Penasaran? Coba aja dibaca.:)

Saya belum habis membaca bab pertama: Lelaki Penyayang. Tapi baru membaca segitu aja langsung menimbulkan keinginan saya untuk menulis. Ada bagian-bagian tulisan yang saya suka.
Pertama, JUDUL babnya.
Kedua, "Sebaliknya, Syalimah tak perlu dibelikan harta benda. Ia telah punya Zamzami dan itu lebih dari cukup."
Ketiga, "Lelaki itu amat penyayang pada keluarga sehingga Syalimah tak memerlukan apa pun lagi di dunia ini."

Sederhana sih. Tapi ketulusan memang tidak rumit.

Semoga cerita selanjutnya semakin menarik. Siap-siap dibangkitkan kembali kesenangan membacanya! Kemarin lalu sempat lesu membaca.



Oya, saya membaca sambil mendengar lagu-lagunya Adhitia Sofyan. Aduh, pas bener.... Mas Bang Kak Adit ini udah punya tiga album dan kalian dapat mendapatkannya secara GRATIS. Dia menyediakan link download di blognya. What a kind person. Saya masih senang yang gratis-gratis, apalagi kalau bagus. xP

Baiklah, moga-moga setelah baca ini hasrat membacamu meningkat dan makin sayang keluarga. Buat besok, Selamat Hari Kemerdekaan!!! :-)

Link yang bukan killerjo:

Adhitia Sofyan
Andrea Hirata - Padang Bulan
Asal gambar cover buku
Perum Damri, saya naik ini dari Bandara Soekarno-Hatta
Zzzz Blog sayah

Friday, July 16, 2010

Piala Dunia Sudah Lewat Kawan! Jangan Permasalahkan Lagi.

Waah sudah lama tidak menulis di blog. Kali ini entah apa yang mau ditulis, tapi paksain aja nulis, demi bernostalgia dengan Creative Thingies dan Hari-hari Bersemangat, haha...

Piala Dunia sudah lewat dan lewat begitu aja, mungkin karena saya ngga nonton pembukaan, Argentina dikalahkan Jerman, sampai Final dan penutupan. Coba kalau saya nonton itu semua dan ikut taruhan, piala dunia mungkin akan lebih berarti, tapi siapa peduli?

Sudahkah kalian membaca berapa duit yang beredar selama piala dunia? Saya cuma baca yang ini, hadiah untuk para peserta:

Tahapan Hadiah Utama Uang Tampil Negara Peraih
Penyisihan Grup USD 8 juta USD 1 juta Afrika Selatan, Perancis, Yunani, Nigeria, Slovenia, Aljazair, Australia, Serbia, Denmark, Kamerun, Selandia Baru, Italia, Pantai Gading, Korea Utara,Swiss, Honduras
Putaran Kedua USD 9 juta USD 1 juta Korea Selatan, USA, Inggris, Meksiko, Slovakia, Chile, Jepang, Portugal
Perempat Final USD 18 juta USD 1 juta Brazil, Ghana, Argentina, Paraguay
Semi Final USD 20 juta USD 1 juta Uruguay, Jerman
Runner Up USD 24 juta USD 1 juta Belanda
Juara USD 30 juta USD 1 juta Spanyol
sumber (diedit dikit)*

Coba kita itung hadiah atas posisinya aja ya (saya memakai kata kita biar kamu juga merasa ikut ambil bagian, xp) :

+ $128 juta untuk peserta yang berakhir di penyisihan grup
+ $ 72 juta untuk peserta yang berakhir di putaran kedua
+ $ 72 juta untuk peserta yang berakhir di perempat final
+ $ 40 juta untuk peserta yang berakhir di semi final
+ $ 24 juta untuk runner-up
+ $ 30 juta untuk juara
-------------------------------------------------------------
=$366.000.000,00 untuk honor posisi seluruh peserta

Wow, itu aja pake Dolar angkanya udah berentet ya... Gimana kalo di Rupiahkan? Baiklah, mari kita pakai kurs Menteri Keuangan sebagai "Daftar nilai kurs sebagai dasar pelunasan Bea Masuk, PPN, PPnBM, Pajak Ekspor dan PPh, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan nomor 470/KM.1/2010 tanggal 05-07-2010.

Dengan kurs Menteri Keuangan tanggal 11 Juli 2010** sebesar Rp9,056.00, maka honor pesertanya jadi Rp3.314.496.000.000,00, walaaahhh makin panjang aja!

Oke, saya belum akan membahas berapa banyak keluarga miskin yang bisa dibantu dengan uang segitu, kali ini saya cuma mau nanya, kira-kira gimana ya perhitungan pajak penghasilannya? Hadiahnya kan dari FIFA. Kalau di Afrika Selatan sana ada aturan pajak atas hadiah, apakah negara tersebut memungut pajak atas hadiah kepada para peserta piala dunia? Atau pajak dipungut negara tempat kedudukan FIFA? Kalau di negara kita sendiri, apakah akan dipungut pajaknya? Hmm,, saya ngga ngerti.

Kalau diitung-itung di Indonesia ya, tarif PPh atas hadiah perlombaan untuk WP Luar Negeri bukan BUT sebesar 20%***. Jadi kalo ditarik, bisa dapet penghasilan Rp662.899.200.000,00. Wow kan tu! Masak ya ngga ada yang pengen dapet segitu?

Baiklah, sekarang pertanyaannya, gimana perlakuannya untuk Piala Dunia 2002 Jepang-Korea Selatan?

Adakah yang bisa memberi jawaban penasaran saya?

* http://yasiralkaf.wordpress.com/2010/07/10/hadiah-piala-dunia-2010
** http://www.depkeu.go.id/ind/currency/Default.asp?NumaReg=470/KM.1/2010
*** http://www.pajak.go.id/index.php?view=article&catid=100%3Apph&id=152%3Apph-hadiah-dn-penghargaan&option=com_content&Itemid=171